Niat Dan Takbirotul Ihrom Sebagai Rukun Sholat

Niat dan Takbirotul Ihrom Sebagai Rukun Sholat

  1. Niat, ketika sholat yang di kerjakan adalah sholat fardlu baik itu fardlu ‘ain, fardlu kifayah, sholat ada’ atau sholat qodlo’ maka di wajibkan memenuhi tiga 3 syarat dalam niatnya:
    • Qosdu fi’li : niat mengerjakan sholat, ketika di lafalkan seperti lafal “usholli”
    • At ta’yin : Menentukan nama sholat yang di kerjakan, apakah itu sholat dzuhur atau ashar atau maghrib, atau lainya.
    •  Al fardliyah: niat kalau sholat yang di kerjakan adalah sholat fardlu.
      • Adapun, memasukan “istiqbalul qiblati” (menghadap qiblat) atau “adada roka’atin” (bilangan roka’at sholat) atau menyandingkan dengan “lillahi ta’aala” adalah SUNAH hukumnya.
      • contoh niat sholat dzuhur : “usholli fardlo dzuhri arba’a roka’atin mustaqbilal qiblati fardlon lillahi ta’aala”
  2. Takbirotul ihrom, mempunyai 16 syarat yang harus terpenuhi:
    1.  Di lakukan dalam posisi berdiri.
    2. Menggunakan Bahasa arab.
    3.  Menggunakan lafal “allah” tidak boleh yang lainya seperti lafal “ar-rohman” atau “ar rohim” atau lainya.
    4.  Menggunakan lafal “akbar” tidak boleh yang lainya.
    5. Tartib atau urut, jadi tidak boleh di balik seperti “akbaru allah”.
    6. Tidak boleh Memanjangkan hamzahnya lafal allah seperti “aalloohu akbar”.
    7.  Tidak boleh memanjangkan huruf ba’ seperti ”alloohu akbaaar”.
    8.  Tidak boleh menambahkan tasydid di dalam huruf ba’ seperti “akebbar”.
    9. Tidak boleh menambahkan huruf wawu di tengah-tengahnya seperti “alloohu wakbar”.
    10.  Tidak boleh menambahkan huruf wawu di awal lafal seperti “walloohu akbar”.
    11.  Tidak boleh berhenti di tengah-tengah lafal takbir.
    12.  Bisa di dengar oleh kuping kita sendiri.
    13.  Sudah memasuki waktunya sholat.
    14. Dilakukan dalam posisi sudah menghadap qiblat.
    15.  Tidak merusak huruf-hurufnya seperti mengganti hamzah dengan ‘ain.
    16.  Mengakhirkan takbirotul nya makmum dari takbirotulnya imam (ketika sholatnya berjama’ah).

Adapun dalam hal mengangkat kedua tangan ketika takbirotul ihrom adalah Sunah hukumya, dan tidak hanya ketika takbirotul ihrom saja kesunahan mengangkat kedua tangan, juga berada ketika : hendak rukuk, I’tidal /bangun dari rukuk, dan bangun dari tasyahud awwal.

Mengangkat kedua tangan ketika solat menurut imam syafi’I mengandung hikmah untuk mengagungkan allah subhanahu wa ta’aala.

di kutip dari perkata’an imam syabromalisi : bahwasanya sunnah memanjangkan lafal takbirotul ihrom dengan panjang tidak melebihi 6 alif.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *