Baca’an Surat Al Fatihah Dalam Sholat

Baca’an Surat AL Fatihah Dalam Sholat

“La sholata illa bi fatihatil kitab” (tidak sah sholat kecuali dengan baca’an surat al fatihah) begitulah hadis nabi mengatakan pentingnya baca’an surat al fatihah dalam sholat.

“Bismillaahir rohmaanir rohiim(1) al hamdulillaahi robbil ‘aalamiin(2) ar rohmaanir rohiim(3) maaliki yaumid diin(4) iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin(5) ihdinas shiroothol mustaqiim(6) shiroothol ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdluubi ‘alaihim wa ladl dloolliin(7)”

Surat al fatihah sendiri mempunyai 20 nama yaitu : 1.al fatihah ( kuncinya alqu’an), 2.Fatihatul kitab, 3.Ummul qur’an, 4.surat al kanzi, 5.Al kafiyah, 6.al wafiyah, 7.as syafiyah, 8.al syifa’, 9.as sab’u atsamani, 10.an nur, 11.ar rukyah, 12.suratul hamdi wa syukri, 13.ad do’a, 14.ta’limul mas’alah, 15.surat al munajat, 16.surat at tafwidl, 17. Surat as su’al, 18.surat ummul kitab, 19.fatihatul qur,an, 20.as solat.

Surat al fatihah di turunkan di kota Makkah, berjumlah 7 ayat dan ada 138 huruf (tasydid tidak di hitung 2 huruf), adapun lafal “bismillaahir rohmaanir rohiimi” menurut kebanyakan ulama’ menjadi bagian dari surat al fatihah.

Surat al fatihah yang menjadi bagian dari rukun sholat juga mempunyai persyaratan yang harus terpenuhi agar baca’anya sah dan sholat yang di kerjakan juga sah menurut syari’at,

Adapun syarat baca’an al fatihah dalam sholat ada 10 yaitu :

  1. Tartib, harus runtut dari ayat 1 sampai 7 tidak boleh di bolak balik.
  2. Muwalah/ bergegas. tidak terpisah jeda yang lama antara ayat satu dengan lainya.
  3. Tidak mengurangi huruf dari dari beberapa huruf dalam surat al fatihah, walaupun satu huruf saja.
  4. Menjaga tasydid di dalam baca’an fatihah.
  5. Tidak berhenti /diam yang lama dalam baca’anya baik sengaja atau tidak. Atau berhenti/diam sebentar tapi di sengaja.
  6. Membaca keseluruhan ayat fatihah, (tidak boleh mengurangi)
  7. Tidak boleh merubah baca’an (I’rob) / harokat yang bisa merubah ma’na, seperti “an’amta di baca an’amtu”.
  8. Di baca dalam posisi berdiri dalam sholat fardlu(wajib)
  9. Baca’anya bisa terdengar oleh diri kita sendiri.
  10.  Tidak di selangi dzikir lain.

daftar pustaka :

  • kasyifatu saja syarah safinatu naja
  • Tafsir showi ‘ala tafsir jalalain

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *